Senin, 18 Juli 2016

Be Still and Know That I am God

Bersyukur adalah kata-kata yang biasa kita dengar dalam kehidupan sehari-hari dan saya adalah seseorang yang selalu mencoba bersyukur dengan apa yang sudah saya miliki saat ini. Tetapi ketika ada masalah datang, ga jarang saya mengeluh kenapa sih harus kejadian gini, coba ajah ga gini pasti hasilnya bakal lebih baik, atau coba aja saya berada disana saat ini, pasti bisa jadi lebih baik. Jadi kedengerannya seperti stengah bersyukur ya. Hahahaha.

Therefore, seringkali itu berdampak buat sekeliling saya. Ketika lagi ada masalah atau ada sesuatu yang tidak berjalan sesuai rencana, seringkali saya cenderung diam dengan muka marah, kesal. Kalo ada yang ngajak ngomong, cm bales seadanya + muka tidak enak. Saya salah satu orang yg susah nyembunyiin prasaan, terkecuali mungkin kalo lagi pelayanan. Kalo lagi bnyk pikiran ya kliatan banget, klo nervous kliatan banget, apalgi klo lagi kesemsem. Hahahaha.

Saking keselnya, beberapa kali juga saya sempet kesel sama God dan bertanya 'whyyy Jesus whyyyy! Why u let this thing happened! Are you playing with me! Why have you prepared the hard path for me!'. Tapi bersyukur, saya punya Tuhan yang super duper baik. Ketika saya marah dan bahkan hampir putus asa, God always gives me strengh and makes me understand that why God lets the thing happened. yaa ALWAYS, entah itu lewat keluarga saya, teman saya, gereja atau bahkan ketika saya saat teduh.

Nah, now i am willing to share nih, how God makes me understand His way. Seperti yang saya tulis di tulisan saya sebelumnya (Judulnya : Introduce myself), i have a dream to take postgraduates overseas and off course with scholarship. Without scholarship, it will be just a real dream in my bed now. Ahahahha(just joking). But the problem is that i am not master in english because i was lazzy when i was in Junior and Senior High school. Moreover, i was accustomed to speaking in Sundanese in my college and also my family. Hence, my knowledge about english was almost 'zero' when i just graduated from my university. Udah pemalesan, ga prnh coba dipakee.

Yap, saya jadi belajar inggris semenjak saya lulus kuliah. Saya inget banget, awal-awal setelah saya bljr inggris sebentr, saya coba ikutan simulasi test IELTS nya di suatu tempat les. Pertama-tama test listening dan ada 3 orang yg ikutan simulasinya dan ketika dibacakan nilai, dibacain 1 per 1. Pertama : Harry got 6, it is good. Then, Mia you Got 5.5, yah not bad(dengan muka senyum bacainnya). And last, Alberth..... You got 4(dengan mata melotot, muka kaget). Tapi sang pengunji mencoba menghibur, it's okay. It is maybe because of your firstime to take the test. Yaa itu sepenggal cerita yang bodor kalo diinget2. Listening dapet 4, dari 40 soal cm bener sktar 12 an kalo ga salah inget. ya parah banget inggrisnya ketika saya lulus.


Semenjak itu(sktar akhir Agustus), saya belajar bener-bener bahasa inggris dari pinjam buku, buka-buka internet, tanya-tanya temenn(beberapa x diketawain karena kesalahannya fatal ato cara bacanya nyunda bangett) dan les. Hahahaha. Dan sampe sekarang masih belajar. Udah hampir setahun bljr inggris dan hasilnya sampe saat ini, hasil overall terbaik test IELTS nya adalah 6.0(ini udah 3x ambil loch). Sedangkan untuk mendapat beasiswa atau univ yang saya pengen tu minta ieltsny rata2nya 6.5 dengan gaada yang dibawah 6 nilainya.

Dan yang membuat saya kesal itu, kenapa ya ko mentok di 6,0. Apa yang salah yaa. Tetep belajar-belajar, take a lesson, tetep mentok di 6,0. Ada yang bilang ielts tu bukan bljr bahasa, asal les bisa ko dapet 6,5 , tapi tetep kenapa ya mentok di 6,0. Orang lain les, di section reading bisa ningkat sampe dapet 7,0 dan mrka bilang reading itu paling gampang, tapi kenapa saya mentok di 6,0 selama belajar (puji Tuhan pas tes resmi ke 2, dapet 6,5 nilai readingny. hahahaha.). Listening orang lain bisa ningkat jdi min 6,5, saya ko mentok ya di 6.0. Yaya beberpa kali prnh 6,5 , tapi seringnya 6,0 sama 5,5. Saya bersama teman saya(kebetulan sama mau ambil S-2 jga diluar, sama-sama ga ngerti kenapa gini)

Udah hampir putus asa, udah hampir ngelupain mimpi, udah hampir mau stop bljr english, udah marah sama God (karena saya ngerasa Tuhan ngebukain jalan buat saya ambil S-2 diluar lewat sekeliling saya, terutama kluarga. Yang ketika mau kuliah S-1 saya mau kuliah  di luar kota, tetapi dilarang hrus di Bandung keneh. dan ketika saya sudah llus S-1, lalu crta mau ambil S-2 diluar negeri dengan nada speechless, ehhh ternyta malah didukung dan dengan waktu luang  yang saya punya saat itu). Tuhan ingetin melalui gereja saya dengan ayat

PSALM 46:10
'Be still and know that I am God'

Be strong and keep faithfull that He is God, stay strong and keep believing in Him. Hari itu saya diingetin, Tuhan kita bukan Tuhan yang terlalu sibuk bt ngurusin kita, ga bertanggung jawab, cuek atau ga peduli sama kita, jadi hidup kita banyak masalah. NO! Jelas tidak! Justru masalah merupakan salah satu cara Tuhan untuk nunjukin kasih-Nya melalui masalah yang ada atau mungkin Tuhan sedang membentuk karakter kita melalui hidup kita, seperti pada kisah Abraham yang menanti keturunan yang Tuhan janjikan. Itu membutuhkan waktu sangat lama. Abraham even tried to fulfill God's promise on his own through Hagar.

Melalui cerita Abrham, saya diingetin mungkin belum waktunya saya mendapatkan nilai IELTS 6.5. Mungkin masih harus ada yang dilakuin disni atau mngkn kalo saya menempuh S-2 disana saat ini, saya akan jadi jauh sama Tuhan, mungkin jatuh dalam dosa atau yang lain lain.

Soo,saya memutuskan untuk serahin semuanya sama Tuhan, tetap belajar inggirs dan  tetep lakuin yang terbaik untuk Dia. Percaya Dia pnya rancangan terbaik buat kita semua. Amin. Dia yang terlebih tahu kapasitas kita, kelebihan, kekurangan kita. Just smile dan try to enjoy the process.

Letting go is easier than holding it. 'Letting it go' means that give it in Jesus' hands and let His hands working in our lives.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar