Hellow guys! Sebelumnya saya mau mengucapkan Merry Christmas!
Semoga dengan moment natal, kita diingetin lagi betapa bersyukurnya kita punya
Pencipta yang baik hati bingitz dan cinta mati sama ciptaan-Nya sendiri, yaitu
kita manusia. Dia bukan hanya sekedar mau ciptain kita, trus tinggalin atau
berbuat seenaknya, tetapi Dia malah mau 'terjun' langsung juga ke tengah-tengah
kita dan menjadi manusia untuk memberi teladan dan menunjukkan cinta dan
kasih-Nya sama ktia. Kalau bahasa di pemerintahan mah, belusukan. Ini salah
satu yang waw menurut saya, jauh sebelum mulai tenar istilah belusukan,
Tuhan udah kasih contoh sebagai seorang pemimpin baik tidak hanya diam diatas,
tetapi juga belusukan. Woww. Tak hanya itu, Tuhan pun rela disiksa, dicaci maki
demi melakukan kebenaran dan menunjukkan cinta-Nya, yaitu kepada kita
manusia.
Okayyy. Kali ini,
saya mau membagikan berkat yang baru saya alami, tepatnya tanggal 26 Desember
2016. Pada pagi hari itu sekitar pukul 09.00, saya bermaksud pergi ke rumah
mantan dosen saya di daerah Dago atas untuk meminta surat rekomendasi dari
beliau dan perjalannya memakan sekitar 35 menit. Ya rumah beliau cukup jauh
dari rumah saya dan yang cukup membuat saya kesal karena setelah sampai, beliau
mengatakan yang intinya 'kamu harusnya kesini hari Rabu, bukan hari ini. Saya
ingat benar saya katakan kamu kesini hari Rabu atau Kamis, bukan hari ini. Jadi
saya tidak bisa terima kamu hari ini ya.' Padahal saya ingat benar, beliau
mengatakan 'Senin ya kamu ke rumah saya, bawa format-format surat
rekomendasinya, nanti hari Rabu atau Kamis nya kamu kesini lagi untuk mengambil
surat rekomendasinya.' Beliau memang sudah berumur. Lalu saya pulang dengan
hati kesal.
Nah,
ditengah-tengah perjalan terdengar ada suara aneh di bagian bawah motor saya,
terdengar 3x dengan waktu berbeda-beda. Bunyi yang ke 1 dan ke 2, saya abaikan
karena saya kira bagian bawah motor saya terkena batu loncat karena jalananny
memang tidak rata dan banyak bebatuan. Lalu bunyi ke 3 kembali terdengar dan
tiba2 seperti ada yang kasitau tiba2, 'itu rantai motor kamu udah jelek', tapi
saya kembali abaikan karena saya berpikir saya tidak begitu mengetahui tentang
motor.
Singkat cerita,
pada sore harinya, saya mau mengantarkan pesanan ayam kampung potong (ayah saya
seorang pedagang ayam kampung potong) ke pelanggannya dan memang biasanya saya
yang mengantarkan. Namun pada sore itu, koko saya yang pertama menanyakan harga
ayam itu, saya pikir ko2 saya hanya bertanya harga saja. Ketika saya sudah
diluar rumah menuju garasi, mamah saya memanggil saya dan berkata 'Itu ko2 mau
nganterin ayamnya. Udah siap2'. Tetapi saya mengatakan 'Udah sama saya ajah,
udah kagok ini'. Namun kembali seperti ada yang memberitahu, 'Motor kamu ada
masalah, udah biar ko2 kamu yang nganter ayamnya.' Kembali saya abaikan suara
itu.
Selama perjalan
menuju ke tempat pelanggan tersebut, saya berpikir 'kok tumben2nya si ko2 mau
nganter ayam ya. Biasa jga paling cuek. Terus kok mamah mau ko2 yang nganter
ayam, biasa jga biar saya ajah yang nganter. Jangan-jangan bener nih, rantai
motor bermasalah dan Tuhan lagi coba kasitau gua.' Tapi kembali saya abaikan
lagi karena pikir sudah kagok sudah dalam perjalanan. Dalam perjalanan, sekali
lagi bunyi di bawah motor itu keluar. 'Wah bener nih rantainya bermasalah nih ini
ma. Besok deh gua bawa ke bengkel.' Puji Tuhan, saya bisa mengantarkan
pesanan ayam itu ke 2 tempat tanpa ada maslah.
Dalam perjalanan
pulang, masalah baru terjadi. Saat itu saya sedang menuju jalan Kebon Kawung
dari arah hotel Arion. Ketika memasuki jalan Kebon Kawung, karena jalanannya
sepi, saya menaikkan kecepatan motor saya kurang lebih sudah mencapai 60Km/Jam,
lalu tiba-tiba terdengar suara keras dari bawah motor saya dan ban motor
belakang saya berhenti berputar seketika karena rantai motor saya tersangkut
pada gear ban belakang(tetapi bersyukur karena motor masih bergerak walaw ban belakang sudah berhenti sampai mendekati punggung jalan). Saya turun dan melihat gear belakang tersebut, saya
bersyukur sekali karena tidak terjadi kecelakaan pada saya.
Disini saya
merasakan benar perlindungan Tuhan karena biasanya kalau ban belakang motor
dikecepatan segitu lalu berhenti/direm mendadak akan mengepot dan bisa
kehilangan keseimbangan, tetapi entah kenapa saya ngerasa ada menopang untuk
menjaga keseimbangan sehingga saya tidak jatuh dan ketika motor itu benar-benar
berhenti, sudah hampir ada di pinggir jalan, jadi saya hanya perlu mendorong
sedikit dengan paksa ke pinggir jalan(sebelumnya putus rantai nya, saya berada
ditengah jalan). Apalagi waktu itu jalanan itu sepi, sehingga aman. Saya
ngerasain bener perlindungan Tuhan waktu itu, kalo bukan karena Tuhan, saya
sudah celaka.
Saya bertanya
kepada satpam hotel Sovia(karena berhenti pas didepan hotel tersebut) apakah
ada bengkel motor dekat sini? Benar-benar puji Tuhan, ada bengkel motor dekat
situ. Hanya membutuhkan jalan tidak lebih dari 1 menit. Praise the Lord banget,
saya ngerasain bener pertolongan Tuhan dan pengajaran Tuhan langsung pada saat
itu.
Perlindungan Tuhan
karena Tuhan membantu saya untuk menjaga keseimbangan ketika ban belakang
berhenti dan dapat 'landing' dengan baik.
Pertolongan Tuhan
karena Tuhan mengijinkan rantai motor itu rusak dijalan tersebut, kalo bukan
karena pertolongan-Nya mungkin rantai motor itu sudah rusak dalam perjalanan ke
rumah dosen saya yang cukup jauh dan cukup masuk seperti ke pelosokan(daerah
dago atas). Atau ketika dalam perjalanan saya mengantar pesanan, terbayang kalo
rantainy udah putus tapi orderan belum terkirim. Pelanggan bisa marah dan saya
harus bawa-bawa pesanan tersebut sambil mencari bengkel terdekat.
Pengajaran Tuhan
untuk mau lebih peka terhadap 'suara' Tuhan. Disini yang saya tangkap, 'suara'
Tuhan itu tidak harus selalu kita mendengar suara Tuhan secara langsung, tetapi
Tuhan dapat berbicara melalui suara hati kita, keluarga, orang-orang sekitar
kita atau mungkin musuh kita. Dalam hal ini, saya merasakan Tuhan sudah
berbicara melalui hati dan orang tua saya, hanya saja saya mengabaikan.
Ketika di bengkel,
saya teringat khotbah seorang pendeta di gereja saya. Beliau menceritakan
perumpaan 'Ada seorang anak muda yang mengapung di tengah-tengah laut. Tidak
lama, datang helikopter untuk menyelamatkan dia, namun sang anak muda menolak
pertolongan tersebut dan berkata 'Tidak usah. Saya percaya Tuhan akan menolong
dan mengangkat saya! Tidak lama, ada sebuah kapal nelayan 'kebetulan' lewat dan
menawarkan bantuan, tapi sang pemuda itu menolak dengan cara yang sama. Setelah
menunggu sekian lama dan pemuda tersebut berteriak 'Tuhan dimana Engkau?
Katanya Engkau selalu menolong umat-Mu, tetapi mana buktinya! Ketika saya
terancam mati, Engkau tidak memberikan pertolongan itu!' Pemuda tersebut tidak
mengetahui bahwa helikopter dan nelayan yang lewat itu, merupakan kiriman
pertolongan dari Tuhan.
Saya sangat
tertegur pada waktu itu karena saya mirip dengan pemuda dalam cerita itu. Tuhan
sudah memberi peringatan kepada saya berkali-kali sampai an unsual thing
happened at that day.
Pada malam
harinya, saya membaca renungan dengan tema 'Ketulusan Hati'. Dalam renungan
tersebut, dituliskan ketulusan hati tidak bisa hanya penilaian belaka,
melainkan perlu dibuktikan seiring berjalannya waktu. Itulah yang diperlihatkan
oleh penulis injil Matius mengenai Yusuf dalam pasa 1 dan 2.
Pada Matius 2 :
13-15. Ayat tersebut menceritakan ketika Yusuf menaati perkataan Tuhan dengan
tulus hati tanpa bertanya-tanya, tanpa berpikir mungkin mimpi tersebut hanya
sebuah mimpi. Tetapi dia bangun dan malam itu juga langsung pergi ke Mesir
sesuai perkataan Tuhan. Padahal bisa aja Yusuf berkata ' Masih malam ini,
waktunya tidur. Besok pagi sajah.'
Dari sudut pandang
Firman Tuhan, ketulusab hati bukan sekedar kerelaan melakukan kebaikan kepada
orang lain tanpa pamrih, melainkan rela melakukan kehendak Tuahn tanpa
keraguan. itu yang dibuktikan Yusuf dalam kehidupannya.
Lengkap sudah hari
itu, Tuhan sedang benar-benar ingin mengajar dan merangkul saya agar saya bisa
lebih peka, lebih dekat lagi dan percaya dengan tulis hati semuanya sama Tuhan, percaya Tuhan udah nyediain segala sesuatunya, ga usah
nyari kemana-mana(di luar Tuhan), ga usah kuatir. Semuanya udah disediain.
Tinggal lakuin yang terbaik dengan tulus hati. Amen.
Jesus bless u!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar